Pages

Ads 468x60px

Senin, 22 Juni 2015

UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA



VISI, MISI DAN FUNGSI UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
1.        Visi Universitas Negeri surabaya (UNESA)
Visi unesa adalah unggul dalam kependidikan, kukuh dalam keilmuan (Excelent in education strong in science ).

2.        Misi Universitas negeri surabaya
Misi unesa adalah
a.       Meningkatkan akses dalam pemerataan pendidikan
b.      Meningkatkan mutu dan relevansi pendidikan
c.       Meningkatkan mutu layanan
d.      Meningkatkan pembinaan mahasiswa yang komprehensif dalam rangka meningkatkan daya saing bangsa
e.       Meningkatkan pengembangan dan penerapan ipteks dalam bidang pendidikan dan non kependidikan
f.       Menegembangkan unesa sebagai pusat keilmuan dan pusat pendidikan dasar dan menengah
g.      Membangun sistem manajemen perguruan tinggi yang efektif, efisien

3.        Fungsi universitas negeri surabaya
Fungsi unesa menyelenggarakan pendidikan tinggi, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.

4.        Profil lulusan UNESA
Sesuai dengan visi, misi, dan fungsi unesa, secara umum lulusan unesa memliki karakteristik sebagai berikut :

a.         Memiliki sikap dan perilaku kritis, kreatif, inofatif, dinamis, mandiri, dan terbuka, serta berdedikasi, bermoral tinggi, berkarakter dan mampu bekerjasama dengan pihak lain untuk pengembangan diri.
b.        Memiliki wawasan, pengetahuan teori, dan keterampilan dalam bidang keguruan, dan dapat menerapkan, mengembangkan, dan menciptakan inovasi sesuai dengan perkembangan iptek secara profesional.
c.         Menguasi ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni, serta dapat menerapkannya secara profesioanal dalam kehidupan sehari hari sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan pembangunan nasional.


d.        Memiliki kemampuan untuk berkembang dan beradaptasi secara aktif dengan berbagai perubahan yang muncul serta mampu mmecahkan berbagai masalah yang terkait dengan bidang kependidikan dan nonkependidikan
e.         Memiliki mental kewirausahaan sehingga dapat menciptkan lapangan pekerjaan dan mampu bersaing di pasar kerja dalam era globalisasi.



KETERANGAN LAMBANG UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA
Arti lambang unesa :
1.      Bunga terati lancip berwarna merah diatas tugu pahlawan, melambangkan kesucian hati, keluhuran budi dan keberanian membela kebenran bagi seluruh mahasiswa akademik unesa dalam mengabdi kepentingan bangsa dan negara.
2.  Tugu pahlawan berwarna putih terdiri atas pilar sebagai ciri khas kota surabaya, melambangkan semnagat yang kuat sivitas akademik unesa dalam mengembangkan tri dhara perguruan tinggi.
3.     Sayap burung garuda berwarna kuning jumlahnya sembilan yang terdiri dari empat bulu sayap besar, dan lima bulu syap kecil, melambangkan semangat 45 yang melandasi sikap dan perubahan seluruh sivitas akademik unesa dalam berperan mewujudkan tujuan pembangunan nasional.
4.     Sisi pada bagian bawah sayap berwarna kuning merupakan bentuk imajiner dari buku yang terbuka melambangkan unesa sebagai tempat menimba ilmu pengetahuan teknologi dan kesenian.
5.        Logotype (Logo berupa huruf) UNESA bermakna elegan, dinamis, dan profesional dalam bidang pendidikan di UNESA.




MARS UNESA

SEMANGAT BERJUANG MENGABDI NUSA BANGSA
KEMBANGKAN ILMU DAN SENI
MEMBANGUN BERDASARKAN PANCASILA, SIAGA BELA NEGARA
TINGKATKAN PERANAN SUMBER DAYA MANUSIA
DEMI INDONESIA TERCINTA
WUUDKAN,AMALKAN, ILMU , IMAN DA TAKWA
UNESA TETAP JAYA…………



Ditulis oleh Adi Wahyu Wardani (14010024015)
 

Minggu, 21 Juni 2015

Sejarah FIP UNESA



Pada tanggal 19 September 1964 dengan nama IKIP Malang Cabang Surabaya dinyatakan sebagai IKIP Induk dengan nama IKIP Surabaya, yang dipimpin oleh suatu presidium sesuai dengan SK Menteri PTIP No. 182 tahun 1964. IKIP Surabaya berdasarkan surat keputusan tersebut memilik 5 Fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS), Fakultas Keguruan Sastra dan Seni (FKSS), Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE) dan Fakultas Keguruan Ilmu Teknik (FKIT), yang disahkan dengan Surat Keputusan Presiden RI No. 260 tahun 1965. Selanjutnya pada tahun 1977 Sekolah Tinggi Olahraga (STO) Surabaya berintegrasi dan menjadi Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan (FKIK) sesuai dengan SK Menteri P dan K No. 042/O/1977 Tanggal 22 Februari 1977.

Dengan demikian pada perkembangannya IKIP Surabaya mempunyai 6 fakultas, yaitu Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FPMIPA), Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), Fakultas Pendidikan Teknik dan Kerumahtanggaan (FPTK) dan Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kepelatihan (FPOK) berdasarkan Peraturan Pemerintah No. 27 Tahun 1981.

Pada tahun akademik 1998 IKIP Surabaya dipercaya mengemban perluasan mandat (wider mandate) untuk mengelola program non kependidikan. Kemudian melalui Keputusan Presiden Republik Indonesia No. 93 tahun 1999 tanggal 4 Agustus 1999 secara resmi IKIP Surabaya menjadi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) dengan enam fakultas, yaitu Fakultas IImu Pendidikan (FIP), Fakultas Bahasa dan Seni (FBS), Fakultas Matematika dan IImu Pengetahuan Alam (FMIPA), Fakultas IImu Sosial (FIS), Fakultas Teknik (FT), dan Fakultas IImu Keolahragaan (FIK). Berdasarkan pasal 2 dokumen perubahan status tersebut, Unesa menyelenggarakan dua program yaitu program pendidikan dan program non kependidikan.

Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP) sebagai salah satu fakultas dari enam fakultas yang dimiliki IKIP Surabaya yang sekarang menjadi Universitas Negeri Surabaya tetap konsisten baik dalam hal nama (FIP) maupun program yang dikelola yaitu Program Kependidikan.
Dengan berpedoman pada Higher Education Long Term Strategics (HELTS) 2003- 2010, saat ini Unesa sedang dalam tahap finalisasi proses revisi Rensta, yang nantinya dinarnakan Renstra Unesa 2005-2015. Revisi ini dipandang perlu untuk mengakomodasi tuntutan peningkatan kualitas pengembangan daya saing bangsa, dan pengembangan Unesa yang sesuai dengan kebijakan pada HELTS 2003-2010 dan tuntutan stakeholders.
Universitas Negeri Surabaya (Unesa) tidak dapat dipisahkan dari bagian utuh perjalanan panjang pendidikan nasional. Dengan telah menghasilkan sekitar 80.000 lulusan, Unesa berani memosisikan diri sebagai salah satu penyelenggara pendidikan tinggi yang mampu merencanakan pengembangan untuk menyelenggarakan pendidikan yang bermutu, mengevaluasi diri untuk menyiapkan lulusan yang berdaya saing tinggi (nation competitiveness) dan berjiwa kewirausahaan (entrepreneurship), serta mengatur segala kegiatannya dalam suatu mekanisme organisiasi yang sehat (organizational health). Unesa harus mandiri (autonomy) sebagai sebuah Badan Hukum Pendidikan Pemerintah (BHPP) seperti yang diamanatkan oleh Undang-Undang Nomor 20/2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas).

Sejarah Unesa tidak dapat dipisahkan dari IKIP Surabaya yang dimulai sekitar tahun 1950. Berawal dari kursus B-I dan B-II bidang Ilmu Kimia dan Ilmu Pasti yang memanfaatkan sarana dan prasarana berupa ruang kelas dan laboratorium dari pendidikan Belanda, Hoogere Burger Schol (HBS). Kursus-kursus tersebut diselenggarakan di Surabaya untuk memenuhi kebutuhan tenaga guru setingkat SLTP dan SLTA. Kursus-kursus tersebut meliputi: (a) B-I dan B-II Kimia, (b) B-I dan BII Ilmu Pasti, (c) B-I Bahasa Inggris, (d) B-I Bahasa Jerman, (e) B-I Teknik, (f) B-I Pendidikan Jasmani, (g) B-I Ekonomi, (h) B-I Perniagaan, dan (i) B-I Ilmu Pesawat. Pada tahun 1957, kursus-kursus B-I dikelompokkan menjadi dua, yaitu (1) Kursus B-I Umum, yang meliputi Bahasa Inggris dan bahasa Jerman, dan (2) Kursus B-I Kejuruan, yang meliputi Kimia, Ilmu Pasti, Ekonomi, Perniagaan, Teknik, Pendidikan Jasmani, dan Ilmu Pesawat. Kursus-kursus tersebut berlangsung sampai tahun 1960.

Untuk menghilangkan dualisme kursus B-I dan B-II dengan lulusan yang tidak bergelar, dan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang menghasilkan lulusan bergelar, dengan Ketetapan MPRS No. 11/MPRS/1960 kedua kursus tersebut diintegrasikan ke dalam Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) yang mencetak guru sekolah lanjutan. Selanjutnya lembaga tersebut, berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan nomor 6/1961 tertanggal 7 Februari 1961, diintegrasikan menjadi salah satu fakultas dalam FKIP Universitas Airlangga Cabang Malang dan bernama FKIP Universitas Airlangga Cabang Surabaya.

Pada tahun 1962 dengan berdirinya Akademi Pendidikan Guru (APG), yang kemudian menjadi Institut Pendidikan Guru (IPG), dualisme muncul kembali. Untuk menghilangkan dualisme tersebut, berdasarkan Surat Keputusan Presiden nomor 1/1963 tertanggal 3 Januari 1963 dilakukan integrasi IPG dengan FKIP menjadi Institut Keguruan dan Ilmu Pendidikan (IKIP). Dengan integrasi ini FKIP Universitas Airlangga di Malang, pada tanggal 20 Mei 1964, statusnya diubah menjadi IKIP Malang Pusat dan FKIP Universitas Airlangga Cabang Surabaya berubah menjadi IKIP Malang Cabang Surabaya. Keadaan semacam itu berlangsung sampai tanggal 19 Desember 1964.

Berdasarkan SK Menteri Perguruan Tinggi dan Ilmu Pengetahuan nomor 182/1964 tertanggal 19 Desember 1964, secara resmi IKIP Surabaya berdiri sendiri dengan pimpinan suatu presidium Tanggal tersebut ditetapkan sebagai tanggal kelahiran IKIP Surabaya yang setiap tahun diperingati sebagai dies natalis IKIP Surabaya. Pada tahun 1964, IKIP Surabaya mempunyai lima fakultas, yaitu (1) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), (2) Fakultas Keguruan Ilmu Sosial (FKIS), Fakultas Keguruan Sastra Seni (FKSS), (4) Fakultas Keguruan Ilmu Eksakta (FKIE), dan (5) Fakultas Keguruan Ilmu Teknik (FKIT). Pada 1 Maret 1977, Sekolah Tingi Olahraga (STO) berintegrasi dengan IKIP Surabaya berdasarkan SK Menteri Pendidikan dan Kebudayaan R.I. nomor 042/O/1977 tertanggal 22 Februari 1977 dan menjadi Fakultas Keguruan Ilmu Keolahragaan (FKIK), yang merupakan fakultas keenam yang dikelola oleh IKIP Surabaya. Berdasarkan Peraturan Pemerintah R.I. nomor 27/1981, IKIP Surabaya mempunyai enam fakultas, yaitu: (1) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), (2) Fakultas Pendidikan Bahasa dan Seni (FPBS), (3) Fakultas Pendidikan Matematika dan Ilmu pengetahuan Alam (FPMIPA), (4) Fakultas Pendidikan Ilmu Pengetahuan Sosial (FPIPS), (5) Fakultas Pendidikan Teknologi dan Kejuruan (FPTK), dan (6) Fakultas Pendidikan Olahraga dan Kesehatan (FPOK).

Dengan kepercayaan untuk menyelenggarakan perluasan mandat (wider mandate), IKIP Surabaya berubah menjadi Universitas Negeri Surabaya (Unesa) berdasarkan SK Presiden R.I. nomor 93/1999 tertanggal 4 Agustus 1999 dengan mengelola enam fakultas, yaitu (1) Fakultas Ilmu Pendidikan (FIP), (2) Fakultas Bahasa dan Sastra (FBS), (3) Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), (4) Fakultas Ilmu Sosial (FIS), (5) Fakultas Teknik (FT), dan (6) Fakultas Ilmu Keolahragaan (FIK). Saat ini Unesa mengelola 63 program studi, kependidikan maupun nonkependidikan, dengan jenjang diploma (D2 dan D3), strata satu (S1), dan pascasarjana yang terdiri atas strata dua (S2) dan strata tiga (S3). Karena perjalanan Unesa tidak dapat dipisahkan dari IKIP Surabaya, maka hari kelahiran (dies natalis) Unesa tetap menggunakan dies natalis IKIP Surabaya.

Belajar dari perjalanan kursus-kursus keguruan B-I dan B-II hingga menjadi sebuah universitas, tidak menutup peluang bahwa di kemudian hari Unesa akan berkembang menjadi sebuah universitas besar yang berlokasi wilayah Surabaya Barat dengan program studi, jurusan, maupun fakultas yang sesuai dengan kebutuhan perkembangan masyarakat. Pengembangan Unesa yang mengedepankan kompetensi lulusan dan kebutuhan stakeholders akan selalu menjadi pekerjaan rumah yang tidak pernah selesai bagi Unesa.



Ditulis oleh Nur Utami (14010024004)
 

Dosen Pengampuh Mata Kuliah

Bu Hespi Septiana, M.Pd.

Admin Blog

M SULTHON

Penanggung Jawab Mata Kuliah

Kun Fahmi Arifin
 
WE ARE ONE FROM DIFFERENT AND EXCELLENT Turbo